Senin, 12 September 2016

ROBOMIND


                                                 

Bagi kamu seorang programmer pemula, ada sebuah game yang menarik buat Anda. Game yang menggabungkan konsep pemrograman dengan Robot. Mungkin game ini cocok pula bagi para programmer yang dulunya bercita-cita ingin membuat robot, namun tidak kesampaian . Game ini bernama RoboMind.

Robomind adalah sebuah game opensource tentang bagaimana mengendalikan pergerakan sebuah robot melalui perintah-perintah menggunakan bahasa pemrograman. Game yang dibuat oleh Arvid Halma dari Universitas Amsterdam ini dapat didownload di URL http://www.robomind.net


Mengapa game ini cocok bagi mereka yang baru belajar pemrograman? Ya… di dalam game ini, kita bisa mengatur sendiri langkah-per langkah kita untuk mengatur gerakan robot, dalam hal ini melatih kemampuan kita dalam penguasaan algoritma dan logika. Selain itu dalam RoboMind ini terdapat pula beberapa struktur pemrograman seperti halnya bahasa pemrograman pada umumnya, seperti bentuk IF, LOOPING, dan PROCEDURE.

Di dalam RoboMind, kita bisa menggerakkan robot untuk bergerak maju, mundur, belok kanan, kiri, mewarnai jalan yang dilalui, mencari sebuah obyek, mengambil sebuah obyek, dan meletakkan obyek melalui perintah-perintah berbentuk function.
Berikut ini beberapa perintah dasar untuk mengatur gerakan si robot.
  • forward(n), digunakan untuk menggerakan maju si robot n langkah
  • backward(n), digunakan untuk menggerakan ke belakang si robot n langkah
  • left(), digunakan untuk membelokkan si robot ke kiri 90 derajad
  • right(), digunakan untuk membelokkan si robot ke kanan 90 derajad
  • north(n), digunakan untuk mengarahkan robot ke utara, lalu bergerak maju n langkah
  • south(n), digunakan untuk mengarahkan robot ke selatan, lalu bergerak maju n langkah
  • west(n), digunakan untuk mengarahkan robot ke barat, lalu bergerak maju n langkah
  • east(n), digunakan untuk mengarahkan robot ke timur, lalu bergerak maju n langkah
Robot juga bisa disuruh mewarnai path yang dilalui, dengan perintah berikut ini
  • paintWhite(), menyuruh robot mewarnai dengan warna putih pada path
  • paintBlack(), menyuruh robot mewarnai dengan warna hitam pada path
  • stopPainting(), menyuruh robot berhenti mewarnai
Selain mewarnai path yang dilalui, si robot juga bisa disuruh mengambil obyek dan meletakkannya kembali. Berikut ini beberapa perintah untuk melakukan hal tersebut:
  • pickUp(), mengambil obyek yang ada di depannya
  • putDown(), meletakkan obyek di depannya
Sedangkan untuk struktur pemrograman untuk bentuk IF, berikut ini sintaksnya:
if (syarat)
{
    instruksi
}

atau
if (syarat)
{
    instruksi
}
else {
        instruksi
     }
Bagaimana dengan bentuk loopingnya? Ada beberapa bentuk looping dalam RoboMind ini, ini dia macam-macam bentuk looping
repeat(n)
{
   instruksi
}
Bentuk looping di atas digunakan untuk mengulangi instruksi sampai dengan n kali (mirip dengan struktur FOR i:=1 TO n DO dalam Pascal).
Ada pula bentuk looping seperti di bawah ini
repeatWhile(syarat)
{
   instruksi
}

Struktur looping di atas mirip dengan struktur WHILE (syarat) DO dalam Pascal.
Di bawah ini contoh sebuah program untuk menyuruh robot mengikuti jalan berwarna putih.
# belok ke kanan
right() 

# maju 8 langkah
forward(8)

# looping
repeat()
{
    # cek apakah ada jalan berwarna putih di depannya
 if(frontIsWhite()){
     # jika ada, maka maju satu langkah
  forward(1)
 }
 # cek apakah ada jalan berwarna putih di sebelah kanannya
 else if(rightIsWhite()){
     # jika ada, belok kanan
  right()
 }
 # cek apakah ada jalan berwarna putih di sebelah kirinya
 else if(leftIsWhite()){
     # jika ada, belok kiri
  left()
 }
 # cek apakah di depan robot ada halangan
 else if(frontIsObstacle()){
     # jika ada, robot berhenti (stop)
  end
 }
}

OK… selamat belajar pemrograman sambil bermain robot.



sumber:
http://ptik-rizalyugo.blogspot.co.id/

PYTHON

                                              


   Python merupakan salah satu bahasa pemrogramman yang memadukan antara kesederhanaan dan kekuatan (powerful). Anda akan terkejut betapa mudahnya untuk berkonsentrasi pada penyelesaian pada suatu permasalahan dari pada malah memikirkan syntax dan struktur dari bahasa pemrograman itu sendiri.

   Python adalah bahasa pemrograman yang mudah dipelajari dan powerful. Python memiliki struktur data tingkat-tinggi yang efisien dan merupakan pendekatan yang sederhana tetapi efektif pada pemrograman yang berorientasi pada objek (Object-oriented Programming). Syntax elegan dan dynamic typing yang dimiliki oleh python, bersama dengan interpreted nature dari Python, menjadikannya bahasa pemrograman yang ideal untuk melakukan ‘scripting’ dan pengembangan aplikasi yang pesat dalam banyak area pada kebanyakan platform.

Beberapa fitur dari Python:

1. Sederhana 
Python merupakan merupakan bahasa pemrograman yang sederhana dan minimalis. Membaca program python hampir seperti membaca bahasa inggris. Ini merupakan salah satu kekuatan terbesar dari bahasa pemrograman python. Python dapat membuat anda berkonsentrasi pada penyelesaian masalah dari pada memikirkan bahasa itu sendiri.

2. Mudah dipelajari
Seperti yang akan anda lihat, Python sangatlah mudah untuk dijadikan permulaan untuk belajar bahasa pemrograman. Python memiliki syntax yang sederhana.

3. Free dan Open Source
Python adalah contoh dari FLOSS (Free/Libré and Open Source Software). Dalam penjelasan pendek, anda dapat secara bebas mendistribusikan  salinan dari software ini, membaca kode sumber, merubah, dan menggunakan setiap bagian darinya dalam sebuah program free yang baru. FLOSS bedasar pada konsep komunitas yang senang berbagi pengetahuan. Ini merupakan salah satu alasan mengapa bahasa pemrogramman Python sangatlah bagus. Python diciptakan dan dikembangkan oleh komunitas yang hanya ingin melihat bahasa pemrograman Python yang lebih baik.

4. Bahasa pemrograman tingkat tinggi (High-level Language)
Ketika anda menulis program dalam bahasa pemrograman Python, anda tidak perlu repot-repot memikirkan detil-detil tingkat rendah (low-level details) seperti me-manage memory yang akan digunakan oleh program yang anda tulis.

5. Portabel
Dikarenakan sifat alamiahnya yaitu open-source, Python telah di-port atau dirubah untuk dapat digunakan dalam banyak platform. Semua program python anda dapat berjalan pada semua platfrom ini tanpa membutuhkan perubahan sama sekali selama anda tidak menggunakan fitur-fitur yang bersandar pada system.
Anda dapat menggunakan Python pada Linux, Windows, FreeBSD, Machintosh, Solaris, OS/2, Amiga, AROS, AS/400, BeOS, OS/390, z/OS, Palm OS, QNIX, VMS, Psion, Acorn RISC OS, VxWorks, PlayStasion, Sharp Zaurus, Windows CE dan bahkan pada PocketPC!
Anda bahkan dapat menggunakan platform seperti Kivy untuk membuat games untuk iOS (iPhone, iPad) and Android.

6. Interpreted
Ini membutuhkan sedikit penjelasan.
Sebuah program yang ditulis dalam compiled language (bahasa pemrograman yang membutuhkan proses kompilasi) seperti C dan C++ akan dikonversi dari bahasa sumber yaitu C dan C++ kedalam bahasa yang dimengerti oleh komputer (kode biner, yaitu 0 dan 1) yang disebut dengan proses kompilasi, menggunakan sebuah compiler. Ketika anda menjalankan program tersebut, sebuah software linker/loader menyalin program anda dari harddisk ke memory dan mulai menjalankannya.
Python tidak membutuhkan proses kompilasi. Anda tinggal menjalankan program anda langsung dari kode sumber. Python akan merubah kode sumber yang anda tulis menjadibytecodes dan kemudian menerjemahkannya kedalam bahasa komputer (kode biner) dan kemudian menjalankannya. Semua ini menjadikan python mudah digunakan, karena anda tidak perlu meng-compile program yang anda tulis, memastikan bahwa pustaka atau library yang bersangkutan terhubung, dsb. Ini juga menjadikan program Python anda sangat portabel, karena anda hanya tinggal menyalin program Python anda pada komputer lain dan program python anda langsung bisa bekerja.

7. Berorientasi pada objek (Object Oriented)
Python mendukung pemrograman prosedural (procedure-oriented programming). Dalam bahasa pemrograman prosedural, program dibuat dalam prosedur-prosedur atau fungsi-fungsi yang tak lain adalah segelintir kode yang dapat digunakan berkali-kali tanpa harus menuliskannya berulang kali. Dalam bahasa pemrograman yang object-oriented, program dibuat dalam objek yang menggabungkan data dan fungsionalitas. Python memiliki cara yang powerful tetapi juga sederhana untuk melakukan OOP (Object-Oriented Programming), terutama jika dibandingkan dengan bahasa pemrograman besar seperti C++ atau Java.

8. Dapat dilakukan perluasan (Extensible)
Jika anda membutuhkan bagian penting dari sebuah kode agar dapat berjalan dengan sangat cepat atau menjadikan suatu algoritma agar tidak dapat dibuka oleh orang lain, anda dapat mengkode bagian tersebut dengan pemrograman C atau C++ kemudian menggunakannya dalam program python anda.

9. Dapat ditanamkan (Embeddable)
Anda dapat menanamkan atau meng-embed Python dengan program C/C++ anda untuk memberikan kapabilitas ‘scripting‘ kepada pengguna program anda.

10. Memiliki pustaka (libraries) yang luas
Pustaka baku python (Python Standard Library) sangat besar. Itu dapat membantu anda untuk melakukan banyak hal termasuk regular expression, documentation generation, unit testing, threading, database, web browser, CGI, FTP, email, XML, XML-RPC, HTML, file WAV, kriptografi, GUI (Graphical User Interfaces), dan hal lain yang bersandar pada system. Ingat, semua ini tersedia dimanapun Python terinstall. Hal ini yang disebut dalam Python dengan filosofi ‘Batteries Included’.




       Python memiliki kelebihan tersendiri dibandingkan dengan bahasa pemrograman lainnya terutama dalam hal penanganan modul, ini yang membuat beberapa programmer menyukai Python. Selain itu Python merupakan salah satu produk yang bersifat open source, free, dan multiplatform. Beberapa feature yang dimiliki Python antara lain.

-  Memiliki library yang luas, dalam distribusi Python telah disediakan modul-modul siap pakai untuk 
  berbagai keperluan
-  Memiliki tata bahasa yang jernih dan mudah dipelajari
-  Memiliki aturan layout source code yang memudahkan pengecekan, pembacaan kembali, dan 
   penulisan ulang source code tersebut
Bersifat OOP
- Memiliki sistem pengelolaan memory yang auto, garbage collection, seperti Java
Bersifat modular, mudah dikembangkan dengan menciptakan modul-modul baru, dimana modul-
  modul tersebut dapat dibangun dengan bahasa Python maupun C/C++
- Memiliki fasilitas pengumpulan sampah secara auto, seperti halnya pada bahasa pemrograman Java, 
  Python memiliki fasilitas pengaturan penggunaan memory komputer sehingga para programmer 
  tidak perlu melakukan pengaturan memory komputer secara langsung

Kelebihan dan Kekurangan

Kelebihan dari Python antara lain.

-   Tidak ada tahapan dalam proses compile dan penyambungan (link) sehingga kecepatan perubahan 
   pada masa pembuatan sistem aplikasi meningkat
-  Tidak ada deklarasi tipe sehingga program menjadi lebih sederhana, singkat, dan flexible
-   Kemampuan management memory secara auto yaitu kumpulan sampah memory sehingga dapat 
   menghindari pencatatan source code
-   Tipe data dan operasi tingkat tinggi yaitu kecepatan pembuatan sistem aplikasi menggunakan tipe 
   object yang telah ada
-  Bersifat OOP
-   Pelekatan dan perluasan dalam C
-  Terdapat kelas, modul, exception sehingga terdapat dukungan pemrograman skala besar secara 
   modular
-   Pemuatan dinamis modul C sehingga extension menjadi sederhana dan berkas binary yang kecil
-   Pemuatan kembali secara dinamis modul Python seperti memodifikasi aplikasi tanpa 
   menghentikannya
-   Model object universal kelas satu
-   Konstruksi pada saat aplikasi berjalan
-   Bersifat interaktif, dinamis, dan alamiah
-  Akses hingga informasi interpreter
-   Bersifat portable yang secara luas seperti pemrograman antar platform tanpa ports
-   Pelaksanaan compile untuk portable kode byte sehingga kecepatan eksekusi bertambah dan 
   melindungi source code
-   Adanya interface yang terpasang untuk pelayanan keluar seperti perangkat bantu sistem, GUI, 
   persistence, database
-   Python menyediakan bahasa pemrograman optimasi untuk kegunaan, bersama dengan perangkat 
   bantu yang dibutuhkan untuk diintegrasikan dengan bahasa pemrograman lainnya


Sedangkan kekurangan Python.

- Beberapa penugasan terdapat di luar dari jangkauan kemampuan Python, seperti bahasa 
  pemrograman dinamis lainnya, Python tidak secepat atau efisien sebagai statis, tidak seperti bahasa 
  pemrograman C
Disebabkan karena Python merupakan interpreter, Python bukan merupakan perangkat bantu 
  terbaik untuk pengantar komponen kinerja kritis
Python tidak dapat digunakan sebagai dasar bahasa pemrograman implementasi untuk beberapa 
  komponen, tetapi dapat bekerja dengan baik sebagai bagian depan script interface
Python memberikan tingkat efisiensi dan flexibility trade off by dengan tidak memberikannya 
  secara menyeluruh


Aplikasi bahasa pemrograman Python antara lain untuk melakukan hal-hal sebagai berikut ini.

·                     Perangkat bantu shell
·                     Tugas-tugas sistem administrator, program baris perintah
·                     Kerja bahasa extension
·                     Sebagai interface untuk library C/C++
·                     Pembuatan prototype secara cepat, pembuatan sistem aplikasi
·                     Sebagai prototype yang dapat dibuang atau sesuai dengan permintaan
·                     Modul berdasarkan bahasa pemrograman
·                     Pengganti dari penulisan parser khusus
·                     Sebagai interface pengguna GUI
·                     Penggunaan GUI API sederhana dan canggih
·                     Pengaksesan database
·                     Penyimpanan object yang tetap, interface sistem SQL
·                     Pemrograman secara terdistribusi
·                     Penggunaan API mekanisme client-server yang terintegrasi
·                     Untuk script internet CGI, antarmuka HTTP, Aplet, dan lain sebagainya





sumber:
http://lang8088.blogspot.co.id
https://mardon86.wordpress.com

PROTEUS

Pengenalan Proteus (Software simulasi & desain PCB)


Proteus adalah sebuah software untuk mendesain PCB yang juga dilengkapi dengan simulasi pspice pada level skematik sebelum rangkaian skematik diupgrade ke PCB shingga sebelum PCBnya di cetak  kita  akan tahu apakah PCB yang akan kita cetak sudah benar atau tidak. Proteus mengkombinasikan program ISIS untuk membuat skematik desain rangkaian dengan program ARES untuk membuat layout PCB dari skematik yang kita buat. Software ini  bagus digunakan untuk desain rangkaian mikrokontroller. Proteus juga bagus untuk belajar elektronika seperti dasar2 elektronika sampai pada aplikasi mikrokontroller. Software ini jika di install menyediakan banyak contoh aplikasi desain yang disertakan sehingga kita bisa belajar dari contoh2 yang sudah ada.

Fitur-fitur dari PROTEUS adalah sebagai berikut :
  1. Memiliki kemampuan untuk mensimulasikan hasil rancangan baik digital maupun analog maupun gabungan keduanya,Mendukung simulasi yang menarik dan simulasi secara grafis,
  2. Mendukung simulasi berbagai jenis microcontroller seperti PIC, 8051 series.
  3. Memiliki model-model peripheral yang interactive seperti LED, tampilan LCD, RS232, dan berbagai jenis library lainnya,
  4. Mendukung instrument-instrument virtual seperti voltmeter, ammeter, oscciloscope, logic analyser, dll,
  5. Memiliki kemampuan menampilkan berbagi jenis analisis secara grafis seperti transient, frekuensi, noise, distorsi, AC dan DC, dll.
  6. Mendukung berbagai jenis komponen-komponen analog,
  7. Mendukung open architecture sehingga kita bisa memasukkan program seperti C++ untuk keperluan simulasi,
  8. Mendukung pembuatan PCB yang di-update secara langsung dari program ISIS ke program pembuat PCB-ARES.
ISIS dipergunakan untuk keperluan pendidikan dan perancangan. Beberapa fitur umum dari ISIS adalah sebagai berikut :
  1. Windows dapat dioperasikan pada Windows 98/Me/2k/XP dan Windows terbaru.
  2. Routing secara otomatis dan memiliki fasilitas penempatan dan penghapusan dot.
  3. Sangat powerful untuk pemilihan komponen dan pemberian properties-nya.
  4. Mendukung untuk perancangan berbagai jenis bus dan komponen-komponen pin, port modul dan jalur.
  5. Memiliki fasilitas report terhadap kesalahan-kesalahan perancangan dan simulasi elektrik.
  6. Mendukung fasilitas interkoneksi dengan program pembuat PCB-ARES.
  7. Memiliki fasilitas untuk menambahkan package dari komponen yang belum didukung.
ARES (Advanced Routing and Editing Software) digunakan untuk membuat modul layout PCB. Adapun fitur-fitur dari ARES adalah sebagai berikut :

  1. Memiliki database dengan tingkat keakuratan 32-bit dan memberikan resolusi sampai 10 nm, resolusi angular 0,1 derajat dan ukuran maksimim board sampai kurang lebih 10 m. ARES mendukung sampai 16 layer.
  2. Terintegrasi dengan program pembuat skematik ISIS, dengan kemampuan untuk menentukan informasi routing pada skematik.
  3. Visualisasi board 3-Dimensi.
  4. Penggambaran 2-Dimensi dengan simbol library.




sumber:
https://dunovteck.wordpress.com

ARDUINO

       Arduino adalah pengendali mikro single-board yang bersifat open-source, diturunkan dari Wiring platform, dirancang untuk memudahkan penggunaan elektronik dalam berbagai bidang. Hardwarenya memiliki prosesor Atmel AVR dan softwarenya memiliki bahasa pemrograman sendiri. Saat ini Arduino sangat populer di seluruh dunia. Banyak pemula yang belajar mengenal robotika dan elektronika lewat Arduino karena mudah dipelajari. Tapi tidak hanya pemula, para hobbyist atau profesional pun ikut senang mengembangkan aplikasi elektronik menggunakan Arduino. Bahasa yang dipakai dalam Arduino bukan assembler yang relatif sulit, tetapi bahasa C yang disederhanakan dengan bantuan pustaka-pustaka (libraries) Arduino. 
      Arduino juga menyederhanakan proses bekerja dengan mikrokontroler, sekaligus menawarkan berbagai macam kelebihan antara lain:

* Murah – Papan (perangkat keras) Arduino biasanya dijual relatif murah (antara 125ribu hingga 400ribuan rupiah saja) dibandingkan dengan platform mikrokontroler pro lainnya. Jika ingin lebih murah lagi, tentu bisa dibuat sendiri dan itu sangat mungkin sekali karena semua sumber daya untuk membuat sendiri Arduino tersedia lengkap di website Arduino bahkan di website-website komunitas Arduino lainnya. Tidak hanya cocok untuk Windows, namun juga cocok bekerja di Linux.
* Sederhana dan mudah pemrogramannya – Perlu diketahui bahwa lingkungan pemrograman di Arduino mudah digunakan untuk pemula, dan cukup fleksibel bagi mereka yang sudah tingkat lanjut. Untuk guru/dosen, Arduino berbasis pada lingkungan pemrograman Processing, sehingga jika mahasiswa atau murid-murid terbiasa menggunakan Processing tentu saja akan mudah menggunakan Arduino.
* Perangkat lunaknya Open Source – Perangkat lunak Arduino IDE dipublikasikan sebagai Open Source, tersedia bagi para pemrogram berpengalaman untuk pengembangan lebih lanjut. Bahasanya bisa dikembangkan lebih lanjut melalui pustaka-pustaka C++ yang berbasis pada Bahasa C untuk AVR.

* Perangkat kerasnya Open Source – Perangkat keras Arduino berbasis mikrokontroler ATMEGA8, ATMEGA168, ATMEGA328 dan ATMEGA1280 (yang terbaru ATMEGA2560). Dengan demikian siapa saja bisa membuatnya (dan kemudian bisa menjualnya) perangkat keras Arduino ini, apalagi bootloader tersedia langsung dari perangkat lunak Arduino IDE-nya. Bisa juga menggunakan breadoard untuk membuat perangkat Arduino beserta periferal-periferal lain yang dibutuhkan.
* Tidak perlu perangkat chip programmer karena didalamnya sudah ada bootloadder yang akan       menangani upload program dari komputer.

* Sudah memiliki sarana komunikasi USB, Sehingga pengguna laptop yang tidak memiliki port serial/RS323 bisa menggunakannya.

* Memiliki modul siap pakai ( Shield ) yang bisa ditancapkan pada board arduino. Contohnya shield GPS, Ethernet,dll.
          Kegunaan Arduino adalah Hardware serta aplikasi Arduino dirancang bagi para seniman, tampilaner, pe-kegemaran, peretas, pemula serta siapapun yang berminat untuk menciptakan objek interaktif serta pengembangan lingkungan. Arduino sanggup berinteraksi dengan tombol, LED, motor, speaker, GPS, kamera, internet, handphone pintar bahkan dengan televisi anda. Fleksibilitas ini dihasilkan dari kombinasi keterdapatan aplikasi Arduino yang gratis, papan perangkat keras yang terjangkau, serta keduanya yang mudah untuk dipelajari. Faktor inilah yang menciptakan jumlah pemakai menjadi suatu  komunitas besar dengan beberapa kontribusinya yang sudah dihadirkan pada beberapa proyek dengan berbasiskan Arduino.
Bagian-bagian Arduino antaralain:
1. Papan Mikrokontroler Arduino
Sebenarnya Ada banyak jenis papan Arduino yang dapat kita digunakan namun dengan tujuan yang berbeda. Beberapa papan arduino memiliki ukuran, jumlah pin, dan mikrokontroler yang berbeda seperti apa gambar dibawah ini merupakan papan arduino yang sering digunakan untuk awal belajar Arduino, yang disebut Arduino UNO.
Mikrocontroler Arduino
-         Arduino Uno adalah board mikrokontroler berbasis ATmega328
-         Uno memiliki 14 pin digital input / output (6 diantaranya dapat digunakan sebagai output PWM), 6 input analog, resonator keramik 16 MHz, koneksi USB, jack listrik, header ICSP, dan tombol reset.
-         Arduino Uno menggunakan FTDI chip driver USB-to-serial.
-         Fitur Atmega16U2 diprogram sebagai konverter USB-to-serial.
-      Memiliki resistor pulling 8U2 HWB yang terhubung ke tanah, sehingga lebih mudah untuk menggunakan mode DFU.

Spesifikasi Arduino UNO

2. Soket USB

Soket USB adalah soket kabel USB yang disambungkan kekomputer atau laptop. Yang berfungsi untuk mengirimkan program ke arduino dan juga sebagai port komunikasi serial.


3. Input/Output Digital Dan Input Analog

Input/output digital atau digital pin adalah pin pin untuk menghubungkan arduino dengan komponen atau rangkaian digital. contohnya , jika ingin membuat LED berkedip, LED tersebut bisa dipasang pada salah satu pin input atau output digital dan ground. komponen lain yang menghasilkan output digital atau menerima input digital bisa disambungkan ke pin pin ini.
Input analog atau analog pin adalah pin pin yang berfungsi untuk menerima sinyal dari komponen atau rangkaian analog. contohnya , potensiometer, sensor suhu, sensor cahaya, dll.


Catu Daya

pin pin catu daya adalah pin yang memberikan tegangan untuk komponen atau rangkaian yang dihubungkan dengan arduino. Pada bagian catu daya ini pin Vin dan Reset. Vin digunakan untuk memberikan tegangan langsung kepada arduino tanpa melalui tegangan pada USB atau adaptor, sedangkan Reset adalah pin untuk memberikan sinyal reset melalui tombol atau rangkaian eksternal.


Baterai / Adaptor

Soket baterai atau adaptor digunakan untuk menyuplai arduino dengan tegangan dari baterai/adaptor 9V pada saat arduino sedang tidak disambungkan kekomputer. Jika arduino sedang disambungkan kekomputer dengan USB, Arduino mendapatkan suplai tegangan dari USB, Jika tidak perlu memasang baterai/adaptor pada saat memprogram arduino.



sumber:
http://www.jurnalkompi.com
https://ariefeeiiggeennblog.wordpress.com